Antara India dan Italia

Liburan sudah akan berakhir dan saya memutuskan untuk kembali ke Bandung menggunakan kereta api seperti biasanya. Namun sengaja saya beli tiket di kantor pos, karena saya ingin mencoba layanan pembelian tiket kereta api, juga karena membeli tiket d stasiun itu jaraknya cukup jauh dari rumah jadi saya beli d kantor pos karena lebih dekat dengan rumah ditambah lagi Faisal teman saya mengajak untuk beli di kantor pos toh sekolahnya di pos tapi g pernah tahu tentang pos kan terlalu, hehe. Namun kantor pos hanya melayani pembelian tiket untuk kelas bisnis dan eksekutif dengan biaya tambahan Rp7000,- untuk biaya reservasi kata mbak petugas loketnya dengan begitu saya pilih yang bisnis karena yang paling murah, haha irit ongkos!!. Berangkat dari lumajang jam 10.00 pagi sampai di malang jam 2.30 siang. Saya memang selalu menggunakan kereta api jurusan malang-bandung ketika blik ke bandung begitupun sebaliknya. Namun bolak-balik naik kereta api ini baru kali ini saya mendapatkan pengalaman yang cukup bisa dibilang beruntung atau juga bisa dibilang "apes".
Bayangkan saja sebelah saya yang saya kira dia orang indonesia setelah saya tanya2 ternyata dia adalah warga kewarganegaraan india, namun dia sedikit bisa berbahasa indonesia meskipun diselingi bahasa inggris. Tak lama kemudian datang sepasang bule dan duduk di depan saya, walah kok pas banget gini, samping orang india yg lumayan menjengkelkan, g mau kalah rebutan kipas angin dengan balita, mungkin d negaranya dingin banget ya sampai di sini kepanasan, jadi terlintas pikiran d kuta banyak bule kepanasan. Depan bule yang g jelas asalnya. Setelah itu bule tadi bertanya kepaa kami dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Namun tiba-tiba orang india tadi menjawab " I can't speak italiano", lho kok tahu itu bhasa italia dalam hati saya, dan orang bule tadi heran mungkin bertanya-tanya seperti saya juga. Lalu orang india tadi menjelaskan bahwa dia pernah d turin selama dua tahun (turin adalah nama salah satu kota d italia) namun dalam bhasa inggris tentunya, haha meskipun saya tidak terlalu bagus di pelajaran bhs inggris namun saya bisa menangkap apa yang mereka bicarakan. Dengan keadaan tadi orang italia tadi menggunkan bhs inggris. Ternyata orang italia ini juga berasal dari turin, malah lebih hebat lagi pembicaraan mereka dan tambah akrab. Dan makin g jelaslah pembicaraan mereka bagi saya, wash..wis...wus..cang..cing..cong...g karuan lah, aku yang orang indonesia cuma bisa melihat mereka saja, hah itung-itung belajar bhs inggris dari orang yang ahlinya langsung. Tahu dia membicarakan saya atau g yang penting saya macam-macam lah. Tapi lama-kelamaan saya mengerti bahwa mereka sedang tukar cerita pengalaman mereka berkeliling dunia. wah dengan ini saya malah kepingin untuk bisa seperti mereka bisa menikmati alam dunia ciptaan ALLAH SWT ini, khususnya indonesia. Saya sudah menjadi warga negara indonesia dan saya juga ingin menjadi warga negara dunia.  Saya kagum dengan mereka yang bela-belain bayar mahal untuk bisa berkunjung dan mengexplorasi alam indonesia, sebetulnya saya cukup kasihan dengan negeri kita ini. Kita yang warga negara indonesia tidak sepenuh bangga dengan indonesia, kita malah liburan jauh-jauh ke luar negeri dan tidak sadar akan alam kita yang tidak kalah indah dan lengkap di bandingkan dengan alam d negara asing. Dan saya teringat dengan lagu gita gutawa yg berjudul "Tak Perlu Keliling Dunia". Kita sebagai warga indonesia tidak bisa menjaga keaslian alam indonesia malah menghacurkannya. Mari kita lebih mencitai, menjaga, dan melestarikan alam indonesia. Dengan demikian Indonesia akan dilirik oleh orang asing untuk berkunjung ke indonesia dan hasilnya devisa negara akan meningkat dan mungkin bisa digunakan untuk mengentas kemiskinan yang melanda negara kita tercinta ini, asalkan pejabatnya JUJUR.










0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / riffStudio

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger