Sambutan Hangat untuk TA ku

TA...TA...TA dan PKL...Ah itu apaan sih? Kenapa harus ada TA? Dikerjain dalam satu semester lagi, bikin ribet, itu kan cuma syarat, nanti juga cuma berakhir jadi tumpukan kertas! <Sekarang posisi saya baru menjabat jadi mahasiswa tingkat akhir musim 2012-2013> 


Namun bagiku...

TA dan PKL lebih bermakna dari itu semua. TA dan PKL adalah proses yang sangat bermakna dan mahal harganya. Dimulai dengan mental dan kedewasaan diri. Kenapa demikian? menurutku bagaimana TA dan PKL itu selesai/rampung berawal dari diri kita sendiri. Kalau kita bermalas-malasan maka semuanya akan hilang, dan terus mengulang dari awal lagi bukan, secara tidak langsung ini mengajarkan pada kita apa arti dari Tanggungjawab, tanggungjawab kepada Allah SWT, tanggungjawab kepada Orang Tua yang mengkuliahkan kita, dan tanggungjawab kepada Masa Depan kita juga. Kita mulai kuliah dahulu tentu dengan perasaan bersyukur, bahagia dan bangga karena dapat menempuh jalur pendidikan tinggi, maka kita juga harus mengakhirinya dengan perasaan itu juga bukan, tanggungjawab untuk menyelesaikan terhadap apa yang telah kita pilih dan kita mulai, rintangan di masa kuliah harus dilewati bagaimanapun caranya, TA dan PKL salah satunya dan Terberat!. Namun jangan kalian pikir TA itu berat dan susah, benar kata pak dosen karena apa yang kalian pikir akan sama dengan kenyataan, TA kalian pikir itu susah maka TA mu akan ikut susah. Take easy!!! jangan seperti orang susah lah, hahaha...... Disana kita diajarkan mengenai menejemen waktu, membagi antara tugas TA dan pekerjaan lainnya. Itu pun tidak ada deadline atau batas waktu yang memaksa kita untuk menyelesaikannya, entah kita mau selesaikan atau tidak, kalau tidak selesai ya mengulang tahun depan, begitu saja. Dosen pembimbing mungkin hanya mengarahkan, tetapi selebihnya kita yang melakukan. So, it's all about yourself. 

Perpustakaan mungkin ruangan yang akrab bagi kita untuk mencari referensi selain searching di internet. Ide, kreativitas dan imajinasi sangat diperlukan untuk mencari judul dan menjadi mahal harganya karena ini lama nemunya dan kalau nemu pun diwaktu-waktu yang kritis . Keuangan pun jadi tak beraturan, pengeluaran membengkak seiring bertambahnya kebutuhan kertas dan tinta yang dipakai untuk ngeprint, untung-untung kalau tulisan di kertas itu langsung diterima sama dosen dan tidak dicoret-coret, meskipun itu tidak mungkin sih karena pasti ada coretan sedikit atau banyak juga dan harus ngulang nulis lagi, ngeprint lagi. Duit ada atau ga ada sama sekalipun g jadi urusan yang penting tu TA dan PKL kelar meskipun ketika habis kita merasa malu untuk minta ke orang tua lagi karena sudah minta 2x dalam sebulan.... Masalah belum berhenti di situ, berdasarkan investigasi saya selama dua tahun terakhir dan pengalaman teman, banyak mahasiswa/i yang nunggu dosen ampe kering. Males banget coba, mana itu dosen g pasti datengnya, ditelepon janjinya 1 ato 2 jam lagi dan nyatanya sampe berjam-jam g nongol nongol juga, yaaa Alllaaaaaah, ammpoooon pak. Ada lagi yang suruh nunggu sama pak dosen, katanya bentar lagi nunggu urusan yang satu ini kelar, saat kelar dan ditagih janjinya, pak dosen malah ngomong tungguin bentar lagi ya mau ada yang diurus lagi, begitu seterusnya sampe seharian, nasib nasib, dikira pekerjaan kita hanya menunggu, seperti fans artis yang rela menunggu demi tandatangan artis yang bersangkutan. Dan ada lagi yang ditinggal ke luar kota dan g pulang-pulang, ini yang bikin ribet, harus lewat email lah, telpon, tau keuangan lagi kena krisis moneter gini masih suruh telpon-telponan buat pak dan bu dosen tercinta. Emosi yang labil, ingin semua barang-barang di banting sudah biasa tapi jangan sampai terjadi, kita harus dapat menahan emosi yang merajalela di otak kita, karena emosi itu akan membuyarkan pikiran positif kita terhadap TA itu sendiri.

TA itu Proses. Proses mengalahkan diri sendiri, egoisme dan kemalasan. Apabila kita begitu, apa kita g malu apa. Apakah kita kuliah untuk diri sendiri? TIDAK, sesuai yang sudah saya bilang tadi, ada orang tua yang selalu menunggu kabar kelulusan kita. TA itu syarat apa? lulus terus bisa wisuda?. Menurut saya wisuda itu cuma seremoni kelulusan, sama seperti saat kita sd, smp dan sma, rasa bahagia, bangga dan haru bisa lulus. Namun buat orang tua kita, itu bermakna banyak. Itu adalah simbol Kebanggan yang luar biasa tidak dapat dilukiskan dan dikatakan, hanya bisa dirasakan dan bercucurnya tetesan air mata secara tidak sadar. Betapa bangganya mereka melihat anaknya bertoga, berhasil menyelesaikan pendidikan sampai ke pendidikan tinggi, disekolahkan mulai TK dan sekarang sudah menjadi Sarjana, meskipun banyak uang yang dikeluarkan, dan dari mana uang itu didapat semua terbayarkan seketika, yang penting bisa melihat anaknya sarjana, apalagi dari kalangan keluarga seperti saya ini, mengingat pengorbanan orang tua saya yang tak kenal lelah hanya untuk melihat anaknya sarjana dan sukses dalam pekerjaannya kelak. Ini adalah motivasi yang luar biasa. Terimakasih ya Allah SWT, terimakasih orangtuaku, terimakasih teman/sahabat yang paling dekat dengan ku, terimakasih semuanya, keluargaku Teknik Informatika 3E Politeknik Pos Indonesia yang telah menyalurkan semangat kalian buat ku. Mari kita sambut semester ini dengan semangat, karena tinggal semester ini kita bisa bersama-sama menimba ilmu d kelas bersama, karena semester depan kita sudah disibukkan akan PKL dan TA itu sendiri,  waktu kita berkumpul seperti sekarang ini akan terasa sulit terealisasikan. Semoga kita dapat melalui semua rintangan ini dengan baik. Semoga TA dan PKL kita Lancaaar. Semoga kita Lulus tepat waktu, sehingga kita bisa wisuda bersama, foto wisuda bersama kalian dengan memakai toga, itu akan menjadi kenangan yang tak kan ternilai untuk masa tua kita nanti, Beruntung jika kita masih dalam satu kantor/perusahaan sehingga dapat selalu bertemu. Semoga kita bisa menjadi orang yang sukses di dunia dan di akhirat, amin amin allahumma aminGood luck guys, Do the best and God bless you all.....! 
                                                                                                                       
Ingat, belajarlah untuk bersabar menghadapi berbagai cobaan hidup. Kerjakan sedikit demi sedikit, jika harus gagal dan tertinggal dari teman-teman yang lain terimalah kenyataan itu dengan lapang dada dan teruslah mencoba hingga engkau meraih kesuksesan. Ambilah sisi positifnya saja. Apabila kita menyerah terus siapa lagi yang dapat membuat kita sendiri sukses!!! Cobaan datang karena Allah SWT percaya kepada kita, kalau kita mampu menghadapi itu semua. Intinya hasil yang kalian dapat adalah proses pembelajaran dan pendewasaan diri kita sendiri, bukan nilai A-B-C-D-E. Dekat dengan Allah SWT adalah sarana mudah untuk memberikan pencerahan. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur terhadap apa yang telah diberikan dari doa-doa yang kalian panjatkan kepada-Nya.
              
                                                                                                              1103185-TI E Angkatan 2010


2 komentar:

  1. hihihihi
    Aaaammiiinn....
    Pokoke kudu lancar Java Programminge... *plak XD

    BalasHapus
  2. hehehe, lho kudu se, hahaha....:)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / riffStudio

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger